Share it

Rabu, 20 April 2011

Lakukanlah apa yang kamu pikirkan

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita. Baik itu kecil atau besar, jangka pendek atau jangka panjang. Dari bayi sampai dewasa tentunya setiap orang mempunyai cita-cita. Dalam perjalanan hidup, banyak cita-cita tersebut berganti-ganti seiring dengan kemampuan seseorang mengelola daya khayalnya. Namun pastinya cita-cita itu tidak akan tercapai kalau tidak ada tindakan. Sudah lumrah setiap orang sebelum mewujudkan cita-citanya maka yang dilakukan pertama-tama adalah menghayalkan dan memikirkan apa yang harus dia lakukan.  Khayalan kemudian membawa alam sadar ke dalam sebuah mimpi dimana seseorang ditempatkan pada satu ruang seolah-olah sudah menjadi bentuk yang dia inginkan.

Bagi banyak orang, khayalan dan mimpi merupakan awal dari sebuah kesuksesan.Kemampuan untuk mengelola khayalan dan mimpi menjadikan kreatifitas terpacu. Ide-ide bermunculan, strategi-strategi tersusun rapi. Dan sebagai wujud nyata dari khayalan dan mimpi itu adalah sebuah perencanaan yang tertuang dalam sebuah proposal. Namun tidak semua orang berhasil dalam mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Banyak orang yang hanya terbuai dengan mimpi tersebut namun tidak bisa menikmati sebuah kenyataan. Kegagalan utama yang dialami banyak orang adalah membiarkan mimpi tersebut buyar ditelan oleh waktu, kesibukan, sifat mengulur waktu, atau bahkan karena rasa aman (confort zone ) yang dia miliki. Banyak orang yang mampu berfikir sedemikian hebat, namun susah dalam mewujudnyatakannya dalam sebuah tindakan.

Hal-hal yang umum yang menjadi kendala mungkin saja berupa
1. Kekurangan sumber daya (kemampuan teknis, modal, relasi)
2. Kekurangan jaringan (buta mengenai pasar)
3. Sikap dan attitute (rasa tidak percaya diri, ketakutan untuk memulai)
4. Terlalu menggebu-gebu ( kurang dalam manajement )

Mungkin banyak lagi hal-hal lain yang menjadi kendala bagi seseorang untuk mewujudkan mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Sebagai dorongan untuk maju, kita harus bisa berfikir praktis dalam melakukan suatu tindakan. Kebanyakan orang berhasil karena kepraktisan berfikir dan bertindak. Apa yang ada dalam pikirannya dia langsung melakukan. Persolan berhasil atau gagal merupakan dua sisi yang sangat tipis. Yakinkah kita untuk melakukan apa yang kita pikirkan?
Tuhan memberkati.

Di usia 40 th

Banyak orang mengatakan bahwa hidup dimulai di usia 40 tahun. Entah apa maknanya sehingga ucapan tersebut menjadi sebuah sign atau pertanda bagi perjalanan hidup seseorang. Memasuki usia 40 tahun memang menjadi sesuatu yang sangat spesial. Dalam usia ini seseorang diharapkan sudah mengukuhkan jati diri yang sebenarnya. Matang secara pendirian, matang dalam pemikiran dan mungkin sudah harus mapan secara ekonomi. Di tempat kerja, seseorang yang sudah memasuki usia 40 tahun, seyogyanya sudah harus mampu memutuskan apakah dia harus melanjutkan statusnya sebagai karyawan atau sudah harus mengambil keputusan menjadi orang yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri.

Bagi saya secara pribadi, memasuki usia 40 tahun merupakan sebuah pergumulan yang sangat berat. Pada posisi yang saya miliki sekarang di tempat kerja, mungkin orang beranggapan bahwa itu sudah lebih dari cukup. Namun secara pribadi, selain menerima penghasilan rutin setiap bulan, ternyata ada sesuatu yang didambakan setiap orang. Termasuk saya sendiri juga sangat mendambakannya. Mampu menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri (wiraswasta) merupakan satu mimpi yang sangat indah yang hendak diwujudnyatakan. Dari usia 30 tahunan, sering saya berfikir untuk memulai dan memang saya mulai untuk membuat usaha sampingan. Mulai dari berjualan kain, bisnis pulsa, agen dari beberapa produk MLM. Dan terakhir bergabung jadi Financial Konsultan dari salah satu perusahaan asuransi. Terkadang saya berfikir, apakah saya ini orang yang kurang bersyukur kepada Tuhan. Karena dalam perjalanan hidup sehari-hari, senantiasa selalu dibumbui dengan hasrat mencari dan mencari apakah yang bisa saya lakukan untuk menjadi penopang hidup jasmaniah setelah nanti pensiun dari kerja? Melihat juga beberapa juga teman sejawat sudah beberapa yang berani meninggalkan status karyawan masuk menjadi wiraswasta. Sejujurnya saya merasa kalah dibanding mereka.

Kembali pada fokus apakah di usia 40 tahun sudah siap memulai hidup baru? Senantiasa tetap menyusuri berkat Tuhan setiap hari, mimpi itu tetap menghiasi angan dan pikiran. Satu keyakinan tetap terpatri dalam hatiku yang paling dalam " Saya pasti mempunyai usaha sendiri ". Saya yakin Tuhan sudah menyediakannya bagiku. Kini aku sibuk untuk berfikir dan menimbang setiap moment yang mungkin siap saya ambil untuk memulai hidup di usia 40 tahun.

Hidup di usia 40 tahun sunggung menjadi satu pergumulan yang sangat penting dalam hidupku.
Dewasa dalam Iman, dewasa dalam pemikiran dan mapan dalam ekonomi. I know the Lord have made a way for me. Spirit, working hard and praying. Pahala Lumbantoruan

Rabu, 29 Juli 2009

Pahala Profile

Sekilas Tentang Profile saya.
Nama saya Pahala Lumbantoruan, anak ke 6 dari 7 bersaudara. Anggota keluarga saya terdiri dari 5 saudara laki-laki dan 2 saudara perempuan. Saya adalah putra yang ke 5. Ayah saya bernama Maruahal Lumbantoruan, telah berpulang ke haribaan Tuhan Sang Pencipta dan Ibu saya bernama Lumadang Nababan. Saya lahir di daerah Tapanuli utara, tepatnya di Rurajulu – Sipultak pada tanggal 22 April 1971.
Pada tahun 1998 saya menikah dengan Istri Tercinta Anita Manurung dan sekarang sudah dikaruniai satu orang anak laki-laki (Timothy Martin Parlindungan) dan dua orang anak perempuan ( Joyce Taruli Aladioloi dan Michelle Gita Adelina). Sekarang saya tinggal bersama keluarga di Jl. Palem 7 No. 3, Culster Palem, Taman Royal 3, Tangerang.
Setelah lulus Sekolah Dasar dari SD Negeri 173307 Sipultak, Tapanuli Utara, pada tahun 1984, saya melanjutkan pendidikan ke SMP di SMP Negeri II, Siborongborong, Tapanuli Utara. Kemudian pada tahun 1987 s.d. tahun 1990 saya melanjutkan sekolah di SMA BPK Penabur, Bogor, Jawa Barat. Setelah lulus SMA, saya melanjutkan kuliah di Universitas HKBP Nommensen, namun hanya 1 tahun, karena pada tahun 1991 saya diterima di Politeknik Medan, program studi Akuntansi.
Saya mulai memasuki dunia kerja pada tahun 1995 di Perusahaan Asuransi PT Pool Asuransi Indonesia, kemudian pada tahun yang sama dipndahtugaskan ke anak Perusahaannya PT Meganindo Intisakti. Namun pada Tahun 1997, dengan kemurahan Tuhan saya diterima bekerja di PT Citrabuana Indoloka sebagai Accounting Staff. Berkat Tuhan sungguh melimpah dalam kehidupan saya, setelah melalui berbagai tantangan kerja, dan bertahun-tahun dibentuk, maka Pada tahun 2007 Saya dipercayakan menjadi Chief Accountant untuk dua perusahaan PT Citrabuana Indoloka dan PT Intertek Utama Services.
Motto Hidup saya adalah : APAPUN JUGA YANG KAMU PERBUAT, PERBUATLAH DENGAN SEGENAP HATIMU SEPERTI UNTUK TUHAN BUKAN UNTUK MANUSIA.
Hi, Ini blog baru saya. semua informasi mengenai saya akan saya tuliskan di blog ini. semoga bisa menjadi salah satu sumbangsih untuk memperkaya diri dengan informasi-informasi dan berbagi apa aja dengan para sahabat tercinta.